You are currently browsing the category archive for the 'uang' category.

Sejak dini anak harus tahu bagaimana mengelola uang dengan bijak. Diawali sejak anak diberi uang saku, misalnya, di hari pertama ia masuk ke sekolah dasar. Perlukah anak diberi uang saku? Seberapa besar? Ataukah ada cara lain yang lebih bijak. Di bawah ini ada kutipan tulisan Safir Senduk yang pernah dimuat di Tabloid Nova edisi nomor 938/XVIII.
BAGAIMANA MELATIHNYA?
Pertama-tama, yang diinginkan orangtua tentu saja agar anaknya tidak boros dalam mengelola uang saku. Tapi, seringkali hal itu nggak bisa langsung terjadi karena bisa saja untuk minggu-minggu pertama anak Anda mungkin akan boros. Biasa, bisa jadi dia kaget karena baru pertama kali dikasih uang untuk dikelola secara harian. Tapi ingat, kadang boros bisa menjadi sarana yang baik untuk anak belajar. Karena pengalaman yang dialami sendiri oleh si anak biasanya akan lebih tertanam di hati anak dibanding kata-kata yang Anda berikan. Betul, bukan?
Sekarang, bagaimana cara melatih anak agar tidak boros?
“Ajarkan membuat prioritas”
Anak perlu diajar untuk membelanjakan uang saku menurut prioritasnya, Apa sih prioritas dalam penggunaan uang saku? Jelas, untuk membayar transportasi, dan makan selama di sekolah. Buku (di luar buku sekolah) dan mainan bisa menyusul. Dengan mengajarkan anak apa yang menjadi prioritas, maka bisa diharapkan sampai dewasa nanti si anak akan terus mendahulukan apa yang menjadi prioritas untuk dibelanjakan.
“Ajarkan anak bedanya butuh dan ingin”
Coba juga mengajarkan anak agar ia bisa membedakan mana barang-barang yang benar-benar dia butuhkan untuk dia beli terlebih dahulu, dan mana barang-barang yang sebetulnya hanya diinginkan, untuk bisa dia beli atau ditunda kalau memang belum terlalu butuh. Memang, mengajarkan anak tentang perbedaan antara butuh dan ingin sama sekali tak gampang. Tapi kalau Anda bisa berhasil, wah, sampai dewasa pasti anak Anda bisa dengan mudah membedakan mana yang butuh dan mana yang ingin.
“Beritahu bahwa uang saku tidak selalu harus dihabiskan”
Ya, kasih tahu juga sama anak bahwa yang namanya uang saku tidak selalu harus dihabiskan. Ada saatnya uang saku harus ditabung. Pertama-tama, Anda bisa mengajarkan si anak untuk memakai celengan. Setelah jumlahnya agak banyak, uang itu bisa dipindahkan ke tabungan di bank. Yang penting, ajarkan anak untuk selalu berpikir bahwa uang saku tidak harus selalu dihabiskan.
(lebih lengkap, silakan klik pranala situs Safir Senduk di www.perencankeuangan.com di sini)
Ada beberapa buku fiksi dan nonfiksi untuk membantu anak ataupun orang tua dalam memahami bagaimana mengelola uang sejak dini. Semua harus direncanakan sejak awal, bukan?

Agar Anak Pandai Mengelola Uang
Penulis: Jennifer Merrit, Paul W. Lermitte
Harga: Rp 40.000,-
HARGA INIBUKU DISKON 15% : Rp 34.000,-
Tak ada kata terlalu dini untuk mengajari anak-anak Anda cara mengelola uang sejak kecil. Perancang keuangan dan ayah tiga putra yang mahir dalam mengelola uang, Paul Lermitte, menawarkan program bertahap yang memberikan prinsip, kerangka, dan sarana yang Anda perlukan untuk mengajari anak-anak Anda seluk-beluk uang dan cara mengelolanya.
Selain memberikan panduan yang mendasar-menetapkan jumlah uang saku, mengajarkan perihal baik, menjadi konsumen yang cerdas-buku ini juga penuh saran dan bantuan praktis; lengkap dengan lembar latihan siap pakai, mulai dari “Kontrak Uang Saku” hingga “Kontrak Pinjaman Anak”, bahkan sebuah daftar yang bisa digunakan anak-anak ketika sedang merencanakan biaya liburan.
Dalam buku ini, Anda akan belajar:
- Kapan mulai memberikan uang saku kepada anak Anda dan berapa besarnya
- Membantu anak-anak menjalankan sebuah bisnis sederhana untuk memperoleh keterampilan berwirausaha
- Menggunakan kredit untuk mengembangkan kebiasaan meminjam dan melunasi yang baik
- Mengajari anak-anak cara kerja bursa saham
- Menabung untuk biaya kuliah
- Dan masih banyak lagi!
Anda takkan sia-sia membantu anak-anak Anda mengembangkan ketrampilan mengelola uang yang mantap dan positif. Dengan dasar yang kokoh dalam kecerdasan finansial, anak-anak Anda bisa memiliki uang dan akal sehat untuk menggunakannya secara bijak.

Lunch Money (Uang Jajan)
Pengarang : Andrew Clements
Harga Toko: Rp 34.900,-
HARGA INIBUKU DISKON 20% : Rp 27.920,-
Greg mulai melihat-lihat ke sekeliling kantin, dan ke mana pun dia memandang, dia melihat koin 25 sen. Di bagian makanan pencuci mulut, beberapa anak terlihat sedang membeli roti berlapis es krim, kue mangkuk, dan kue-kue kering dengan menggunakan pecahan koin 25 sen. Di toko sekolah, dia melihat beberapa anak membeli pulpen neon dan pensil berkilau serta hiasan pensil, berupa miniatur bola sepak dari bahan karet atau kupu-kupu dari bahan plastik �� Koin 25 sen ada di mana-mana.
Pada saat itu juga, Greg memandang sekolahnya dengan cara yang jauh berbeda. Sekolah menjadi tempat yang paling menyenangkan di muka bumi karena dia sudah memutuskan, di situlah tempat yang paling tepat untuk mencari kekayaan.
Greg Kenton memiliki bakat bisnis alami�meski kerap merasa terganggu oleh persaingan dari tetangganya Maura Shaw. Kemudian, beberapa saat sebelum duduk di kelas enam, Greg menemukan sebuah fakta: ‘Hampir setiap anak di sekolahnya memiliki kelebihan uang jajan sebesar 25 hingga 50 sen setiap hari.’
Coba hitung, jika beberapa puluh sen dikalikan dengan beberapa ratus siswa, maka bagi Greg, sekolahnya terlihat seperti sebuah celengan raksasa. Yang dia butuhkan hanyalah sebuah palu yang tepat untuk memecah celengan tersebut. Permen dan permen karet? Mainan? Anak-anak sekolah pasti suka membeli benda-benda semacam itu. Tapi apakah para guru dan kepala sekolah akan mengizinkan? Sepertinya tidak.
Bagaimana dengan buku komik? Ini mungkin bisa berhasil. Apalagi buku komik mini yang dikarang dan digambar oleh Greg sendiri. Toh di sekolah anak-anak selalu dianjurkan untuk terus membaca dan menulis serta mengembangkan kreativitas dan inisiatif, kan?
Di dalam cerita yang lucu dan cocok dengan situasi saat ini, Andrew Clements kembali mengajak pembaca dari kalangan remaja untuk merenungkan satu cerminan dari kehidupan nyata, terutama yang berhubungan dengan uang, sekolah, persahabatan, dan arti kesuksesan.

Roti Bakar Isi Uang (Kumpulan Cerita Anak)
Penulis: Hikmat Sudjana & Nonoy
Harga: Rp 11.000,-
HARGA INIBUKU DISKON 15% Rp 9.350,-
Ina tampak gelisah. Ia takut Mama dan Papa mengetahui jumlah uang yang ada di buku tabungannya. Dua minggu yang lalu, Ina pernah meminjamkan uang kepada Pak Dedeng, ayah Siti. Pak Dedeng terpaksa meminjam uang karena ia sakit selama dua minggu sehingga hampir seluruh modal dagangannya habis dipakai berobat.
Bagaimana cerita selanjutnya? Apakah Mama dan Papa marah mengetahui jumlah tabungan Ina berkurang banyak? Lalu, bagaimana pula nasib Pak Dedeng setelah mendapat bantuan Ina? Ikuti saja ceritanya … Oya, jangan lupa, baca juga cerita-cerita asyik lainnya. Dijamin suka, deh!
